AALI
8475
ABBA
222
ABDA
6050
ABMM
4210
ACES
615
ACST
185
ACST-R
0
ADES
7225
ADHI
745
ADMF
8300
ADMG
165
ADRO
4080
AGAR
306
AGII
2250
AGRO
575
AGRO-R
0
AGRS
94
AHAP
101
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1415
AKSI
322
ALDO
680
ALKA
290
ALMI
388
ALTO
174
Market Watch
Last updated : 2022/10/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.54
-0.28%
-1.53
IHSG
7075.39
0.04%
+3.13
LQ45
1011.63
-0.3%
-3.01
HSI
18087.97
5.91%
+1008.46
N225
27120.53
0.48%
+128.32
NYSE
0.00
-100%
-13855.72
Kurs
HKD/IDR 1,933
USD/IDR 15,210
Emas
837,370 / gram

Luhut Klaim 10 Investor China Siap Bangun Kawasan Industri Hijau di Kaltara

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Selasa, 21 Desember 2021 16:20 WIB
Saat ini sudah ada 10 investor besar asal negeri China yang siap membangun kawasan industri hijau di wilayah Bulungan, Kalimantan Utara.
Luhut Klaim 10 Investor China Siap Bangun Kawasan Industri Hijau di Kaltara
Luhut Klaim 10 Investor China Siap Bangun Kawasan Industri Hijau di Kaltara

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan saat ini sudah ada 10 investor besar asal negeri China yang siap membangun kawasan industri hijau di wilayah Bulungan, Kalimantan Utara.

"Ada 10 investor besar dari China yang bersama kita hari ini, mereka adalah Investor yang telah terbukti dan memiliki track record investor yang sangat baik," ujar menko Luhut dalam sambutannya saat groundbreaking Kawasan Industri Hijau Indonesia, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Selasa (21/12/2021).

Para investor tersebut menurutnya adalah Investor yang juga menanamkan modalnya untuk investasi nikel di Indonesia pada beberapa tahun kebelakang.

Menko Luhut mengaku sudah mengunjungi beberapa negara di Amerika Serikat, Eropa, Uni Emirat Arab (UEA), sampai China untuk menawarkan peluang investasi di kawasan industri hijau di Kaltara.

Investor-investor tersebut nantinya akan membangun industri terlebih dahulu, dilanjutkan dengan membangun soale panel, termasuk membangun PLTU yang akan di gunakan 10 sampai 15 tahun kedepan.

"Saya kira Industri yang kita kembangkan ini cukup diminati oleh Negara-negara Eropa tahun-tahun kedepan," lanjutnya.

Menurutnya pembangunan industri hijau dikawasan tersebut memerlukan biaya yang tidak sedikit namun memiliki potensi sumberdaya yang melimpah untuk di olah.

Misalnya untuk pembangunan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) diperkirakan Luhut menelan biaya hingga USD10 sampai 12 miliar. Selain itu untuk pengembangan pelabuhan biayanya bisa mencapai USD1 miliar.

"Belum lagi untuk pelabuhan yang menjorok ke tengah laut karena kedalaman yang dangkal di sisi pantai yang juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit, paling tidak hampir USD1 miliar untuk pengembangan pelabuhan saja," pungkas Luhut.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD