AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Menkes Sebut Molnupiravir Hanya untuk Pasien Covid-19 Gejala Ringan

ECONOMICS
Muhammad Sukardi
Selasa, 26 Oktober 2021 20:48 WIB
Obat oral-antivirus Molnupiravir ditargetkan tiba di Indonesia pada akhir 2021.
Obat oral-antivirus Molnupiravir ditargetkan tiba di Indonesia pada akhir 2021.
Obat oral-antivirus Molnupiravir ditargetkan tiba di Indonesia pada akhir 2021.

IDXChannel - Obat oral-antivirus Molnupiravir ditargetkan tiba di Indonesia pada akhir 2021. Kementerian Kesehatan pun sudah melakukan kesepakatan dengan produsen obat yaitu Merck agar target tersebut terlaksana dengan baik.

Ada catatan penting yang ditekankan Menkes Budi Gunadi Sadikin terkait pemanfaatan obat Molnupiravir untuk terapi Covid-19. Ia menegaskan bahwa obat ini hanya diberikan pada pasien Covid-19 gejala ringan.

"Molnupiravir ini obat untuk orang terinfeksi Covid-19 bergejala ringan, bukan yang sudah masuk rumah sakit. Jadi, obat ini diberikan pada pasien dengan saturasi masih di atas 95%," tegas Menkes Budi dalam konferensi pers virtual, Selasa (26/10/2021).

Ia pun menerangkan terkait tujuan pemberian Molnupiravir pada pasien Covid-19 gejala ringan, yaitu agar mereka tidak mengalami perburukan kondisi sehingga masuk rumah sakit. "Jadi, obat ini tujuannya 50% mencegah orang masuk rumah sakit," katanya.

Soal dosis obat, Molnupiravir diberikan dengan dosis 2 x 800 mg selama 5 hari. Ini setara dengan 40 tablet oral dengan masing-masing 200 mg untuk 1 kali siklus terapi.

Menkes Budi menerangkan bahwa Kemenkes sudah melakukan pendekatan dengan Merck dan juga beberapa pabrikan farmasi di seluruh dunia yang sudah diberikan lisensi oleh Merck untuk membeli Molnupiravir yang direncanakan tiba pada Desember 2021.

"Kami juga sedang dalam proses diskusi dengan Merck kalau bisa kita bikin di dalam negeri, agar kita memiliki ketahanan kesehatan yang lebih baik," tambah Menkes Budi. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD