AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Menko PMK: Pemerintah Mesti Siapkan 3 Juta Lapangan Kerja Baru Tiap Tahun

ECONOMICS
Carlos Roy Fajarta Barus
Rabu, 20 April 2022 15:56 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy menyebutkan pemerintah saat ini harus menyiapkan 3 juta lapangan kerja baru setiap tahunnya.
Menko PMK: Pemerintah Mesti Siapkan 3 Juta Lapangan Kerja Baru Tiap Tahun (Dok.MNC)
Menko PMK: Pemerintah Mesti Siapkan 3 Juta Lapangan Kerja Baru Tiap Tahun (Dok.MNC)

IDXChannel- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebutkan pemerintah saat ini harus menyiapkan 3 juta lapangan kerja baru setiap tahunnya.

Hal tersebut kata Muhadjir amat penting karena Indonesia akan menghadapi bonus demografi generasi muda pada 2030 mendatang. 

"Kebijakan pemerintah dalam pembangunan manusia dan kebudayaan diarahkan untuk menghadirkan SDM unggul, berkualitas dan berkarakter Pancasila. SDM unggul itu produktif, inovatif, daya saing kuat, berjiwa Pancasila," ujar Muhadjir Effendy, dalam webminar Kick Off Pembentukan Brida Badan Riset dan Inovasi Nasional, Rabu (20/4/2022).

Ia menyebutkan betapa pentingnya menyiapkan SDM unggul ini demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Apalagi Indonesia akan menghadapi puncak bonus demografi di 2030. Setelahnya itu baru kita menuju dominasi penduduk yang tua.

"Waktunya sangat pendek jika kita hendak mengambil momentum bonus demografi ini. Usia produktif belum tentu bisa bekerja produktif dan memberikan sumbangsih yang produktif," terang Muhadjir Effendy.

Generasi muda tersebut akan menentukan apakah Indonesia bisa melakukan lompatan untuk menjadi negara maju. Muhadjir Effendy mengingatkan pendapatan tanggung (middle income trade) yang harus dihindari oleh semua negara dengan bonus demografi termasuk Indonesia.

"Bonus demografi ini hanya jarang sekali datang. Kita lihat contohnya di Jepang di sana lebih banyak penduduk tua daripada muda. Generasi muda yang produktif sibuk dengan pekerjaan dan tidak ingin memperbanyak jumlah anak. Bahkan di negara maju ada double income no kids. Ini menjadi trend baru di dunia maju, dan mulai terjadi di eksekutif muda di Indonesia," ungkap Muhadjir Effendy.

Hal tersebut kata Muhadjir Effendy menyebabkan Aging Population. Sehingga warga yang produktif menjadi tua semakin banyak. 

"Namun aging population ini apabila tidak memiliki celengan atau saving untuk hari tuanya maka hidupnya akan bergantung pada negara. Tantangannya sangat berat memanfaatkan bonus demografi," jelas Muhadjir Effendy.

Ia menekankan pemanfaatan teknologi agar generasi muda produktif, tapi jika tidak disiapkan lapangan pekerjaan yang produktif maka akan percuma ada bonus demografi. Sehingga pemerintah harus menciptakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Investasi itu untuk menciptakan lapangan kerja.

"Masyarakat Indonesia dengan usia produktif sebanyak 141 juta tenaga kerja, dan setidaknya ada 9 juta orang selama masa pandemi Covid-19 berstatus pengangguran," ungkap Muhadjir Effendy. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD