AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Menperin Sebut Dukungan Negara pada Riset dan Teknologi Masih Minim

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Rabu, 01 Desember 2021 13:37 WIB
Menperin ungkap dukungan negara dalam melakukan riset teknologi menuju teknologi baru masih cukup rendah.
Menperin Sebut Dukungan Negara pada Riset dan Teknologi Masih Minim(Dok.MNC Media)
Menperin Sebut Dukungan Negara pada Riset dan Teknologi Masih Minim(Dok.MNC Media)

IDXChannel - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan keberpihakan negara dalam melakukan riset teknologi menuju teknologi baru masih cukup rendah.

Menurutnya investasi dalam hal riset dan inovasi untuk menemukan teknologi baru seharusnya bisa lebih ditingkatkan untuk memenangkan persaingan industri dengan negara maju.

"Sepanjang tahun 2020 anggaran riset yang menuju aplikasi teknologi baru hanya mencapai 0,31% dari PDB ini sangat rendah, dari jumlah tersebut, 85% dari anggaran pemerintah," ujar Menperin AGK pada sambutannya diacara Penghargaan Rintisan Teknologi Industri (RINTEK) 2021, Rabu (1/12/2021).

Menurut Menperin kondisi ini justru berbanding terbalik dengan adanya negara-negara maju di dunia yang memiliki pendanaan cukup untuk melakukan riset dan inovasi.

"Negara maju memberikan kontribusi yang cukup, lebih dominan dalam struktur belanja riset menuju aplikasi teknologi baru di industri masing-masing," sambung Menperin.

Menperin berharap para perusaah industri bisa melakukan kegiatan riset untuk melahirkan teknologi baru dari rahim ibu pertiwi supaya memiliki daya saing yang cukup kuat dengan negara maju.

Hal terpenting yang diharapkan dengan adanya teknologi baru tersebut ialah bisa mengurangi konsumsi barang impor dari luar.

"Oleh sebab itu perusahaan industri perlu melakukan kegiatan riset dan dengan tujuan pengambangan teknologi agar ketergantungan kita terhadap bahan impor barang modal dan produk hilir dapat di minimalisir," pungkas Menperin.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD