sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Mentan Salurkan Bantuan Rp5 Miliar untuk Warga Terdampak Bencana Bone

Economics editor Kunthi Fahmar Sandy
12/05/2026 03:26 WIB
Mentan menyalurkan bantuan pemerintah Rp5 miliar untuk masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Mentan Salurkan Bantuan Rp5 Miliar untuk Warga Terdampak Bencana Bone (FOTO:Dok Kementan)
Mentan Salurkan Bantuan Rp5 Miliar untuk Warga Terdampak Bencana Bone (FOTO:Dok Kementan)

IDXChannel - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyalurkan bantuan pemerintah Rp5 miliar untuk masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. 

Bantuan tersebut dikirim melalui 33 truk yang membawa berbagai kebutuhan pokok dan logistik guna membantu masyarakat selama masa tanggap darurat.

Mentan Amran menegaskan pemerintah harus hadir di tengah masyarakat saat bencana terjadi. Karena itu, begitu menerima kabar mengenai bencana di Bone, dirinya langsung menunda sejumlah agenda untuk memastikan bantuan segera dikirimkan kepada warga terdampak.

“Kami dari kecil kalau ada yang kena bencana minimal kami doakan. Sampai jadi Menteri pun begitu kami dengar ada bencana, kami tunda acara yang lain. Saudara kita yang kena bencana lebih membutuhkan kehadiran pemerintah di saat seperti ini,” ujar Mentan Amran dikutip Senin (11/05/2026).

Ia mengatakan, bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian sekaligus respons cepat pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan. Sebanyak 33 truk bantuan diberangkatkan membawa beras, minyak goreng, telur, mie instan, air kemasan, obat-obatan, hingga berbagai kebutuhan harian lainnya.

“Hari ini ada bantuan 33 truk yang dibawa. Ini ada Bulog juga. Kalau butuh tambahan bantuan, tentu kita siap bantu lagi,” tuturnya.

Total bantuan senilai Rp5 miliar tersebut terdiri dari 22.425 kilogram beras dan 1.133 liter minyak goreng yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama 14 hari.

Selain itu, bantuan juga disalurkan melalui berbagai unit kerja Kementerian Pertanian. Direktorat Jenderal Perkebunan mengirimkan 10 truk bantuan berisi 700 paket kebutuhan pokok dan perlengkapan harian, seperti beras, minyak goreng, telur, mie instan, sarden, susu kental manis, kopi, teh, gula, biskuit, kasur, handuk, sikat gigi, dan pasta gigi.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian mengirimkan 20 truk bantuan berupa mie instan, air kemasan, obat-obatan, popok, serta selimut untuk masyarakat terdampak bencana.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran juga menyerahkan bantuan kepada dua keluarga korban meninggal dunia akibat bencana. Masing-masing keluarga menerima bantuan sebesar Rp50 juta sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada keluarga yang ditinggalkan.

Tak hanya bantuan logistik dan santunan, 

Mentan juga meminta percepatan penanganan sungai untuk mencegah dampak bencana kembali terjadi. Ia memanggil Kepala Balai Wilayah Sungai dan meminta agar sungai-sungai kecil yang masih dangkal segera dinormalisasi menggunakan ekskavator.

“Cari sungai-sungai kecil yang masih dangkal. Pakai ekskavator. Kalau tidak punya biaya solar, hubungi saya. Saya mau nanti kalau kembali ke sini, masalah sungai sudah beres,” katanya.

Untuk mendukung pemulihan sektor pertanian masyarakat, Mentan juga menyerahkan bantuan 10 unit hand traktor kepada pemerintah kecamatan. Dari jumlah tersebut, tiga unit merupakan bantuan dari Ketua DPR RI. Bantuan alat mesin pertanian tersebut dijadwalkan tiba dalam waktu sekitar satu minggu.

Selain itu, Mentan meminta Kepala Dinas terkait segera mengirimkan surat pengajuan agar masyarakat terdampak dapat memperoleh bantuan benih gratis dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut meliputi benih padi, benih jagung, gabah, hingga bibit perkebunan seperti kakao dan kopi.

“Kepala Dinas segera kirim surat. Ada benih gratis dari pusat, ada benih padi, benih jagung, termasuk kakao dan kopi. Semua kita bantu untuk percepatan pemulihan masyarakat,” ujar 

Mentan.

Amran mengatakan pemerintah terus memperkuat sektor pertanian nasional demi meningkatkan kesejahteraan petani. Ia menyebut Indonesia saat ini sudah tidak lagi melakukan impor beras, sementara harga gabah dan jagung di tingkat petani juga terus membaik. Selain itu, pupuk subsidi kini semakin mudah diakses masyarakat.

“Sekarang kita sudah tidak impor beras. Harga pupuk subsidi diturunkan, sekarang tidak susah lagi. Harga jagung tinggi, harga gabah tinggi. Nah dari saya, tolong diatur saja sedikit demi sedikit,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Mentan Amran meminta agar seluruh bantuan yang telah dikirimkan dapat dibagikan secara tepat dan merata kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kita coba tolong bantuan ini dibagi dengan baik,” tutur dia.

Mentan berharap seluruh bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Bone.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement