Upaya tersebut mencakup peningkatan produksi padi dan jagung guna memastikan kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi melalui produksi dalam negeri.
Amran melaporkan ekspor sektor pertanian meningkat sebesar Rp166 triliun, sementara impor mengalami penurunan Rp41 triliun. Menurutnya, perkembangan tersebut menghasilkan nilai tambah sekitar Rp208 triliun bagi sektor pertanian.
Capaian itu juga didukung kebijakan pemerintah yang menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen serta menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah.
“Totalnya Rp208 triliun itu nilai tambah yang didapatkan petani karena harga pupuk turun 20 persen, HPP dinaikkan oleh Bapak Presiden,” kata Mentan.
(Febrina Ratna Iskana)