sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Menteri Bahlil Bentuk Tim Pengadaan Batu Bara untuk Penuhi Kebutuhan PLN

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
15/06/2026 22:36 WIB
Total kebutuhan batu bara bagi PLN mencapai 154 juta metrik ton per tahun.
Menteri Bahlil Bentuk Tim Pengadaan Batu Bara untuk Penuhi Kebutuhan PLN
Menteri Bahlil Bentuk Tim Pengadaan Batu Bara untuk Penuhi Kebutuhan PLN

IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membentuk tim pengadaan batu bara kalori sedang. Hal ini dilakukan untuk mengatasi kendala PT PLN (Persero) dalam memenuhi kebutuhan pembangkitnya.

"Dalam rangka pengawasan energi primer agar tidak begini terus, maka kami membentuk tim pengadaan,” kata Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (15/6/2026),

Bahlil melanjutkan, total kebutuhan batu bara bagi PLN mencapai 154 juta metrik ton per tahun.

"Dari 154 juta metrik ton tersebut, pemerintah memberikan penugasan kepada perusahaan-perusahaan batu bara untuk memenuhi kebutuhan PLN dengan total volume sekitar 190 juta ton," kata Bahlil.

“Dari 190 juta ton, yang sudah dilakukan konfirmasi sekitar 150–160 juta ton dan sudah dilakukan kontrak sebesar 134 juta ton,” lanjut dia.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Bahlil, dari 154 juta ton batu bara yang dibutuhkan PLN, sebesar 134 juta ton sudah berkontrak.

"Berarti kan tinggal kurang 20 juta ton yang belum dikontrakkan,” kata Bahlil.

Akan tetapi, PLN terkendala untuk memenuhi kebutuhan batu bara dengan kalori medium, sebab harga jual ke PLN yang murah.

Sementara itu, batu bara dengan kalori sedang semakin sedikit dan harga jual dari perusahaan batu bara kepada PLN juga murah.

Perusahaan menjual batu bara ke PLN dengan mengacu kepada harga pemenuhan kebutuhan domestik atau domestic market obligation (DMO) seharga USD70 per ton. Sedangkan, harga batu bara acuan (HBA) periode I Juni 2026 ditetapkan sebesar USD121,83 per ton.

“Jadi, harga jual ke PLN itu untuk perusahaannya sudah tidak ada. Itulah yang menjadi masalah,” kata Bahlil.

Terkait permasalahan tersebut, Bahlil telah menerima perintah dari Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan koordinasi dengan PLN, Direktorat Jenderal Mineral dan Batu bara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM, dan BPKP terkait pemenuhan kebutuhan batu bara PLN.

“Pembentukan tim ini agar tidak ada dusta di antara kita. Kita sama-sama memahami, yang penting kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk negara,” kata Bahlil.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement