Lifting Minyak Menurun
Bahlil menambahkan, peningkatan beban subsidi energi juga dipengaruhi oleh penurunan produksi minyak nasional. Lifting minyak Indonesia terus mengalami penyusutan sejak mencapai puncaknya pada 1996-1997.
Saat ini, lifting minyak Indonesia berada di kisaran 600.000-610.000 barel per hari. Sementara itu, kebutuhan minyak nasional telah mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari.
Dengan demikian, Indonesia perlu mengimpor minyak sekitar 1 juta barel per hari. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah, terutama di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan harga minyak dunia.
Lebih lanjut, Bahlil menyampaikan, penutupan Selat Hormuz berpotensi memengaruhi pasokan minyak ke Indonesia. Pasalnya, sekitar 20-25 persen minyak yang masuk ke Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah dan sebagian di antaranya melewati jalur strategis tersebut.
Namun, Bahlil memastikan pemerintah telah mengupayakan penggantian pasokan minyak dari negara lain yang tidak bergantung pada jalur Selat Hormuz.
“Jadi begitu ditutup ada dua tantangannya, satu kepastian suplai dan harga,” kata Bahlil.
(DESI ANGRIANI)