Sebelumnya, Moody's Rating mempertahankan rating utang Indonesia Baa2 meski outlook dipangkas dari 'stabil' menjadi 'negatif'. Penurunan outlook tersebut didasarkakn pada kekhawatiran stabilitas kebijakan di bawah Presiden Prabowo Subianto.
Perubahan outlook tersebut diumumkan menyusul aksi jual besar-besaran Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu. Hal tersebut terkait dengan kekhawatiran investor terhadap kelayakan investasi atas saham-saham Indonesia.
Moody's menambahkan, jika tren ini berlanjut, kondisi tersebut dapat menggerus kredibilitas kebijakan Indonesia yang telah terbangun sejak lama, yang selama ini menopang pertumbuhan ekonomi yang solid serta stabilitas makroekonomi, fiskal, dan keuangan.
(NIA DEVIYANA)