Dalam pelaksanaannya, Danantara tidak bergerak sendiri melainkan menggandeng raksasa perbankan investasi internasional. Kolaborasi dengan lembaga keuangan global terbukti efektif dalam meyakinkan pasar mengenai kebijakan investasi dan prospek jangka panjang yang diusung oleh perusahaan.
"Alhamdulillah responsnya sangat baik dan kami cukup terkejut, di mana kami dibantu oleh Morgan Stanley, Citigroup, serta HSBC untuk menemui kurang lebih 122 investor dari berbagai negara," kata Rosan.
Animo yang besar dari para investor tersebut terlihat jelas saat proses pemesanan atau book building berlangsung. Meskipun target awal hanya dipatok pada angka USD1 miliar, total permintaan yang masuk secara mengejutkan menyentuh angka USD4,6 miliar atau mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) lebih dari empat kali lipat.
Melihat antusiasme pasar yang meluap, manajemen Danantara memutuskan untuk mengambil langkah berani dengan menaikkan nilai emisi bond tersebut. Penyesuaian ini diambil untuk mengakomodasi tingginya kepercayaan investor global terhadap stabilitas ekonomi Indonesia dan kredibilitas Danantara sebagai entitas pengelola investasi yang baru.
Upaya penyerapan dana segar ini diproyeksikan akan memperkuat kapasitas Danantara dalam mendanai berbagai proyek strategis nasional di masa depan. Distribusi penawaran surat utang ini sengaja dipecah ke dalam beberapa kategori durasi untuk menjaga profil maturitas utang yang sehat.