Fasilitas ini akan mengolah gas alam menjadi amonia, yang kemudian diproses lebih lanjut menjadi urea dan dikembangkan menjadi produk turunan bernilai tambah tinggi seperti melamin dan amonium nitrat.
Pada tahap awal, kapasitas produksi yang direncanakan meliputi 800 ton per hari (TPD) amonia, 1.500 TPD urea, dan 200 TPD melamin.
Pengembangan proyek ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menempatkan hilirisasi industri dan penguatan KEK sebagai prioritas utama.
Dalam kerangka tersebut, KEK Gresik telah ditetapkan sebagai salah satu KEK Prioritas Nasional yang berperan strategis dalam mendorong industrialisasi, peningkatan ekspor, dan pemerataan pembangunan wilayah.
Kinerja KEK secara nasional terus menunjukkan tren positif. Hingga 2025, realisasi investasi kumulatif tercatat mencapai Rp336 triliun dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 249 ribu orang.