AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Pasar Domestik Diprediksi Menguat usai The Fed Tahan Suku Bunga

ECONOMICS
Kunthi Fahmar Sandy
Kamis, 18 Maret 2021 12:29 WIB
Dengan penguatan di pasar keuangan domestik, nilai tukar rupiah juga cenderung menguat sekitar 0,23% ke level 14.395 per dollar.
Pasar Domestik Diprediksi Menguat usai The Fed Tahan Suku Bunga (FOTO:MNC Media)
Pasar Domestik Diprediksi Menguat usai The Fed Tahan Suku Bunga (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Fed dalam rapat FOMC bulan Maret 2021 ini memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga Fed Fund Rate di level 0-0,25%. 

Fed juga melanjutkan program pembelian obligasi pemerintah AS sekalipun asesmen Fed terhadap perekonomian AS yang cenderung membaik ditopang oleh stimulus kebijakan fiskal dan moneter. 

"Kedepannya, Fed juga menyatakan masih akan mempertahankan suku bunga kebijakan yang rendah meskipun kondisi ekonomi AS menunjukkan tren pemulihan dalam beberapa tahun kedepan," kata Ekonom Bank Permata Josua Pardede saat dihubungi, Kamis (18/3/2021). 

Hal tersebut terindikasi dari Dot Plots FOMC dimana sebagian besar anggota FOMC berpandangan bahwa akan mempertahankan suku bunga acuan rendah hingga tahun 2023. 

Selain ekspektasi suku bunga AS yang diproyeksikan tetap, Fed juga memproyeksikan bahwa indicator inflasi AS pada tahun 2021 akan meningkat hingga 2,4% meskipun akan cenderung melandai di kisaran 2,0-2,1% pada tahun 2022-2023. 

Meskipun demikian, tingkat pengangguran AS diperkirakan baru akan turun mendekati level sebelum pandemic COVID-19 pada tahun 2023. 

Oleh sebab itu, indikator inflasi AS kedepannya belum akan sustainable mempertimbangkan kondisi “full employment” AS yakni dengan tingkat pengangguran AS di kisaran 3% baru akan terindikasi pada tahun 2023. 

Sementara itu, sambung dia, implikasi pada pasar keuangan AS antara lain dollar AS yang cenderung melemah terhadap mata uang utama terindikasi dari dollar indeks yang ditutup melemah 0,5% ke level 91,44. 

Selain itu, yield US Treasury dengan tenor 10 tahun yang meningkat hingga level 1,68% sebelum pengumuman hasil Fed, justru cenderung menurun hingga level 1,62% setelah pernyataan Fed yang dovish tersebut. Pasar saham AS pun juga ditutup menguat dengan DJIA (+0,58%), S&P500 (+0,29%), and NASDAQ (0.40%). 

Sementara dampaknya pada sesi perdagangan Asia hari ini, IHSG menguat sekitar 0,9% ke level 6.335 sementara yield SUN dengan tenor 10 tahun cenderung turun sekitar 2bps ke level 6,73%. 

Dengan penguatan di pasar keuangan domestik, nilai tukar rupiah juga cenderung menguat sekitar 0,23% ke level 14.395 per dollar. 

Merespon keputusan Fed dalam FOMC bulan Maret ini, Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya di level 3,50% setelah memangkas suku bunga sebesar 25bps pada RDG bulan lalu dan secara kumulatif sejak tahun 2020 telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 150bps. 

"Suku bunga acuan BI di level 3,5% saat ini diperkirakan masih konsisten dengan untuk menjangkar ekspektasi inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," ucapnya.

(Sandy)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD