Menurut dia, dalam sistem interkoneksi besar seperti Sumatera, gangguan pada jaringan transmisi akibat cuaca ekstrem memang dapat berdampak luas terhadap kestabilan pasokan listrik sehingga proses pengamanan dan penormalan sistem perlu dilakukan secara hati-hati dan terkoordinasi.
“Yang terpenting adalah bagaimana proses penanganan dan penormalan sistem dilakukan secara terkoordinasi agar sistem kembali stabil,” katanya.
Dalam sistem interkoneksi besar, kata dia, proses pengembalian sistem tidak dapat dilakukan secara instan karena operator harus memastikan frekuensi, tegangan, dan pasokan listrik berada pada kondisi aman sebelum seluruh jaringan dinormalkan sepenuhnya.
Maka dari itu, fokus utama pemerintah dan pemangku kepentingan sektor ketenagalistrikan saat ini sebaiknya diarahkan pada percepatan penguatan sistem kelistrikan nasional agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.