Ketua Umum APKASINDO, Gulat ME Manurung menyambut baik dukungan pemerintah dalam memperkuat peranan petani sawit di sektor hilirisasi.
“Hilirisasi sawit pro petani perlu membuka ruang lebih besar bagi pekebun untuk menikmati nilai tambah komoditas. Pengembangan industri tidak cukup hanya meningkatkan kapasitas pengolahan, tetapi juga perlu memperhatikan peluang kemitraan, akses usaha, dan keterlibatan petani dalam rantai nilai sawit,” tuturnya.
Gulat juga menekankan pentingnya menjaga hubungan antara petani swadaya, pabrik kelapa sawit komersial atau pabrik tanpa kebun, serta pabrik yang terhubung dengan kebun inti dan plasma. Sebab, masing-masing memiliki hubungan pasokan yang perlu dipahami agar perbedaan kepentingan tidak berkembang menjadi pertentangan yang merugikan petani.
Persoalan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit, kata Gulat, juga menjadi bagian penting dari agenda PENAS III APKASINDO. Bagi petani, kepastian harga di tingkat kebun berpengaruh langsung terhadap pendapatan, biaya pemeliharaan, dan kemampuan menjaga produktivitas tanaman.
Ketua Dewan Pembina DPP APKASINDO, Moeldoko mendorong organisasi petani menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus menjembatani kepentingan petani, dunia usaha, dan pemerintah. Dukungan terhadap pemerintah merupakan bukti APKASINDO dapat mendukung program ekonomi dan pembangunan.
(Rahmat Fiansyah)