IDXChannel - Pernyataan pemerintah yang mengklaim ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional berada dalam batas aman dan terkendali menuai keraguan tajam di tengah meluasnya kelangkaan di sejumlah daerah, termasuk Bali.
Antrean panjang kendaraan yang mengular di berbagai stasiun pengisian bahan bakar dinilai bukan sekadar persoalan teknis distribusi armada logistik, melainkan cerminan dari persoalan cadangan dan kuota BBM bersubsidi yang bermasalah.
Pengamat Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai krisis bahan bakar yang terjadi belakangan ini tidak bisa disederhanakan sebagai kendala teknis logistik semata.
"Kelangkaan BBM Pertalite itu bukan karena masalah teknis distribusi, melainkan dipicu lonjakan permintaan akibat disparitas harga yang sangat menganga antara Pertamax seharga Rp15.950 dan Pertalite di level Rp10.000," ujar Fahmy kepada IDX Channel, dikutip Senin (19/10/2026).