Menurut dia, Agrinas Palma memiliki strategi pengembangan multi feedstock untuk diversifikasi supply dan mengurangi risiko. Caranya dengan mengembangkan bioetanol yang terintegrasi dari hulu hingga hilir untuk menciptakan kelayakan bisnis yang berkelanjutan.
Dalam kajian Agrinas Palma Nusantara, terdapat sejumlah komoditas yang potensial dikembangkan mulai dari singkong, sorgum hingga jagung. “Singkong paling potensial sebagai feedstock utama karena produktivitas etanolnya relative tinggi, kompetisi dengan pangan lebih rendah, dan cukup adaptif terhadap berbagai kondisi lahan,” katanya.
Adapun Sorgum bisa menjadi alternative feedstock karena siklus tanam pendek, toleran terhadap kekeringan, dan cocok dikembangkan pada lahan marginal. Sedangkan jagung memiliki supply chain paling matang, tetapi penggunaannya perlu dibatasi karena kompetisinya tinggi dengan kebutuhan pangan dan pakan.
(Dhera Arizona)