Fadli menjelaskan bahwa registrasi DPT ini melanjutkan momentum positif yang dibangun melalui dua putaran prakualifikasi sebelumnya, yang berhasil menarik partisipasi perusahaan dari tujuh negara dan menunjukkan tingginya minat internasional terhadap sektor WtE di Indonesia.
Dalam hal ini, DIM bersama Denera mengundang perusahaan maupun anggota konsorsium yang memiliki kapabilitas dan rekam jejak dalam pengembangan proyek PSEL, engineering, procurement and construction (EPC), penyediaan teknologi, operations and maintenance (O&M), pembiayaan proyek, serta layanan infrastruktur terkait lainnya untuk mengikuti proses seleksi ini.
"Program ini bertujuan menjaring mitra yang memiliki keahlian teknis, kapasitas pendanaan, dan komitmen jangka panjang yang diperlukan untuk merealisasikan proyek-proyek PSEL dalam skala besar guna mendukung transformasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan serta transisi energi bersih di Indonesia," ujar Fadli.
Bagi Fadli, langkah perluasan DPT merupakan bagian dari komitmen Danantara Group dalam membangun ekosistem mitra yang kuat dan kompetitif untuk mendukung transformasi pengelolaan sampah Indonesia dalam jangka panjang.
Fadli juga menyatakan bahwa tantangan pengelolaan sampah di Indonesia tidak dapat diselesaikan hanya melalui proyek-proyek individual, melainkan dibutuhkan ekosistem mitra yang kredibel, memiliki teknologi, kapasitas pendanaan, kapabilitas operasional, serta komitmen jangka panjang untuk mengeksekusi proyek dalam skala besar.