sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Persiapan Angkutan Lebaran 2025 Dimulai, Ini Sejumlah Hal yang Dievaluasi Menhub

Economics editor Nia Deviyana
21/01/2025 23:00 WIB
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan akan menjadikan Hasil Evaluasi Angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 untuk persiapan Angkutan Lebaran 2025.
Persiapan Angkutan Lebaran 2025 Dimulai, Ini Sejumlah Hal yang Dievaluasi Menhub. Foto: MNC Media.
Persiapan Angkutan Lebaran 2025 Dimulai, Ini Sejumlah Hal yang Dievaluasi Menhub. Foto: MNC Media.

IDXChannel - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan akan menjadikan Hasil Evaluasi Angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 untuk persiapan Angkutan Lebaran 2025.

Dudy menyampaikan, masyarakat memberi penilaian positif atas penyelenggaraan Angkutan Nataru 2024/2025. 

Berdasarkan Survei Kepuasan Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Angkutan Nataru 2024/2025 yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada, proporsi masyarakat yang puas dan sangat puas adalah 86 persen.

"Meski begitu, kami tetap melakukan evaluasi dari angkutan Nataru. Hasil evaluasi penyelenggaraan Angkutan Nataru 2024/2025 akan kami gunakan sebagai masukan untuk penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini," ujar Dudy  melalui keterangan tertulis, Selasa (21/1/2025).

Sejumlah hasil evaluasi tersebut di antaranya, pengimplementasian buffer zone (penyangga wilayah utama) di sejumlah titik di kawasan Pelabuhan, khususnya Merak, serta digitalisasi pembelian tiket online di seluruh moda transportasi. 

Selain itu juga peluncuran layanan direct train di kawasan Jawa serta optimalisasi seluruh aset infrastruktur dan moda transportasi penunjang di saat tingkat mobilitas masyarakat meningkat.

Menhub menyampaikan terdapat sejumlah titik yang berpotensi mengalami penumpukan. Titik -titik ini akan menjadi fokus utama untuk dilakukan penguraian penumpukan, yakni titik di kawasan Merak (Banten), Puncak (Bogor), Tol Kalikangkung (Semarang), Nagreg (Bandung), dan Ketapang - Gilimanuk (Bali).

"Sejumlah rencana rekayasa penguraian penumpukan akan dilakukan. Di antaranya, rekayasa penambahan pelabuhan pasangan, rekayasa kapal atau moda transportasi, dan rekayasa sistem arus kendaraan. Kami akan melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga," tutur Dudy.

Adapun laporan evaluasi tersebut telah disampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, pada rapat yang berlangsung Senin (20/1/2025).

Dalam rapat tersebut juga dibahas sejumlah kebijakan serta koordinasi yang dapat dilakukan lintas kementerian guna mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2025. 

Di antaranya, kebijakan terkait waktu pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR), kebijakan hari libur, dan pembenahan sejumlah infrastruktur penunjang.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement