Salah satu instrumen utama dalam memacu transformasi tersebut diimplementasikan melalui skema streamlining, yakni menargetkan pengurangan jumlah anak usaha hingga hanya tersisa 23 entitas.
Untuk merealisasikan program tersebut, PLN akan menempuh berbagai langkah mulai dari konsolidasi, divestasi, restrukturisasi portofolio bisnis, hingga penyederhanaan menyeluruh pada struktur usaha perusahaan.
Serangkaian upaya itu ditujukan untuk mendongkrak efisiensi operasional, memperkokoh sistem tata kelola korporasi, serta membangun struktur bisnis yang lebih fokus dan saling terintegrasi satu sama lain. Di samping mengevaluasi transformasi internal perusahaan, dalam forum tersebut pihak PLN turut memaparkan kemajuan terkini mengenai realisasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2025–2034.
Berdasarkan total rencana proyek yang tertuang dalam RUPTL tersebut, sebanyak 1.634 proyek atau mendekati angka 40 persen dilaporkan sudah memasuki tahap pelaksanaan lapangan atau eksekusi.
Proyek-proyek strategis ini mencakup pembangunan infrastruktur pembangkit listrik, perluasan jaringan transmisi, hingga pengadaan gardu induk yang difungsikan untuk merespons pertumbuhan kebutuhan energi nasional yang terus meningkat. (Wahyu Dwi Anggoro)