sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

PLN Lirik Perusahaan Jepang, China hingga Jerman Hadirkan Kendaraan Hidrogen di Indonesia

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
21/07/2026 23:00 WIB
PLN mulai melirik perusahaan otomotif asal Jepang, China, hingga Jerman untuk menghadirkan kendaraan berbasis hidrogen di tanah air.
PLN Lirik Perusahaan Jepang, China hingga Jerman Hadirkan Kendaraan Hidrogen di Indonesia. (Foto: iNews Media Group)
PLN Lirik Perusahaan Jepang, China hingga Jerman Hadirkan Kendaraan Hidrogen di Indonesia. (Foto: iNews Media Group)

"Tadi juga sudah diskusi dengan Toyota, ada Toyota Zora itu bis sudah siap. Kemudian dari Jerman juga ada, dari China juga ada. Barangkali Bapak (Menteri ESDM) bisa melobi ke Gubernur DKI ini begitu, (digunakan) Transjakarta," tambahnya.

Darmawan berharap pemerintah dapat mendorong implementasi awal bus hidrogen melalui layanan transportasi publik, seperti Transjakarta. Menurutnya, langkah tersebut akan menjadi titik awal pembentukan ekosistem kendaraan hidrogen di Tanah Air.

Ia menegaskan PLN dan Pertamina siap mendukung pengoperasian bus hidrogen karena rantai pasok energinya telah tersedia. Pasokan tersebut berasal dari kelebihan produksi hidrogen di pembangkit listrik PLN yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Pada kesempatan itu Darmawan melaporkan, PLN memproduksi sekitar 203 ton hidrogen setiap tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 75 ton digunakan untuk kebutuhan operasional pembangkit, sedangkan sisanya sekitar 130 ton merupakan surplus yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk sektor transportasi.

"Nanti PLN dan Pertamina bersama-sama menyediakan pasokan hidrogen. Refueling station sudah ada, hidrogennya juga sudah tersedia. Tinggal menghadirkan bus hidrogen sehingga kita bisa membangun transportasi berbasis hidrogen secara bersama-sama," kata Darmawan.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement