AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

PMK Makin Menyebar, Pedagang Hewan Kurban di Bekasi Ogah Jualan Sapi

ECONOMICS
Jonathan Simanjuntak/MPI
Kamis, 30 Juni 2022 16:22 WIB
Semakin merebaknya virus PMK membuat pedagang hewan kurban di Bekasi tidak berani berjualan sapi untuk hewan kurban pada Idul Adha tahun ini.
PMK Makin Menyebar, Pedagang Hewan Kurban di Bekasi Ogah Jualan Sapi (FOTO: MNC Media)
PMK Makin Menyebar, Pedagang Hewan Kurban di Bekasi Ogah Jualan Sapi (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Semakin merebaknya virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak, membuat para pedagang hewan kurban di Bekasi tidak berani berjualan sapi untuk hewan kurban pada Idul Adha tahun ini.

Salah satunya, Udin (37) yang membuka lapak di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Ia memilih tidak menjual hewan kurban jenis sapi pada momen Idul Adha tahun 2022. Hal ini menyusul merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah Indonesia.

Udin mengaku menjadi penjual musiman hewan kurban tiap tahunnya di lapak tersebut. Biasanya, selain kambing, dia pun menyediakan sapi bagi para pelanggannya.

“Tahun ini saja tidak jualan sapi, sekarang kan lagi musim PMK, jadi saya tidak berani karena risiko gede (rugi),” kata Udin (37) ketika ditemui di lapaknya, Kamis (30/6/2022).

Pasalnya kerugian bisa ditaksir puluhan juta apabila sapi-sapi yang sebelumnya sudah disediakan harus tidak bisa dijual. Hal ini dikarenakan, apabila salah satu sapi terdeteksi sedang sakit, maka seluruh sapi harus ditahan pengirimannya.

“Dari pada kita ambil risiko yang gede mending kita ambil yang ringan aja, InsyaAllah tahun depan bisa penyakit PMK bisa hilang,” tuturnya.

Dia menyadari adanya penurunan omset akibat harus memilih tidak menjual sapi. Pasalnya, tiap tahunnya Udin mengaku dapat menjual lebih dari 20 ekor sapi.

Bukan hanya sapi, penyakit PMK juga membuat dia lebih sedikit menyetok ekor kambing. Dari angka 90an ekor, tahun ini dirinya hanya memilih menjual 56 ekor sapi.

“Kemarin ada sampai dua rit. Itu satu truck ada 9 ada 10. Ya bisa 20an (sapi terjual),” jelas dia.

“Sengaja kita kurangin, ya alasannya yang penting kita jangan menghilangkan jejak pelanggan gitu aja,” tutupnya. (RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD