AALI
8450
ABBA
222
ABDA
6050
ABMM
4300
ACES
615
ACST
189
ACST-R
0
ADES
7325
ADHI
740
ADMF
8275
ADMG
167
ADRO
4140
AGAR
296
AGII
2210
AGRO
600
AGRO-R
0
AGRS
94
AHAP
109
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1415
AKSI
314
ALDO
665
ALKA
290
ALMI
390
ALTO
171
Market Watch
Last updated : 2022/10/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.01
0.09%
+0.47
IHSG
7079.18
0.05%
+3.80
LQ45
1012.08
0.04%
+0.45
HSI
18081.99
-0.03%
-5.98
N225
27374.78
0.94%
+254.25
NYSE
14262.03
-0.4%
-57.47
Kurs
HKD/IDR 1,934
USD/IDR 15,192
Emas
841,825 / gram

PPKM Jawa-Bali Level I Diperpanjang hingga 29 Agustus

ECONOMICS
Raka Dwi Novianto
Selasa, 16 Agustus 2022 07:05 WIB
Pemerintah kembali memperpanjang kebijakan PPKM dengan level 1 di seluruh wilayah Jawa-Bali mulai 16 Agustus hingga 19 Agustus 2022. 
PPKM Jawa-Bali Level I Diperpanjang hingga 29 Agustus (FOTO: MNC Media)
PPKM Jawa-Bali Level I Diperpanjang hingga 29 Agustus (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah kembali memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan level 1 di seluruh wilayah Jawa-Bali mulai 16 Agustus hingga 19 Agustus 2022. 

Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Safrizal ZA
mengatakan bahwa perpanjangan tersebut telah dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 40 Tahun 2022. Dirinya juga mengungkapkan bahwa seluruh daerah daerah wilayah Jawa dan Bali berstatus level 1.

"Walaupun saat ini kondisi pandemi Covid-19 masih relatif terkendali terutama jika dibandingkan dengan ketika puncak Delta atau Omicron serta angka Rt nasional Jawa-Bali menunjukkan trend menurun namun untuk tetap menjaga situasi, pemerintah memutuskan tetap memperpanjang PPKM," kata Safrizal dalam keterangannya, Selasa (16/8/2022).

Safrizal menjelaskan, perpanjangan PPKM Jawa-Bali dilakukan agar masyarakat dan semua pihak tetap waspada sehingga situasi Covid-19 tetap terkendali seperti saat ini. 

"Penetapan Level 1 pada seluruh wilayah Jawa-Bali juga berdasarkan pertimbangan dan masukan dari para pakar dengan mempertimbangan kondisi faktual di lapangan," kata Safrizal.
 
Selain itu, kata Safrizal, walau berdasarkan hasil Sero Survey menunjukkan mayoritas masyarakat sudah memiliki antibody, namun masyarakat diminta vaksinasi booster. Karena antibody yang lebih tinggi dibanding dengan masyarakat yang belum mendapatkan Vaksinasi booster. 

"Oleh karena itu vaksinasi booster harus terus dipercepat begitu pula dengan pemakaian aplikasi PeduliLindungi harus terus dilakukan sebagai salah satu upaya melakukan tracing," jelasnya.

Safrizal ZA juga menekankan pentingnya pemerintah daerah untuk terus mengakselerasi program vaksinasi khususnya mempercepat capaian vaksinasi booster hingga mencapai lebih dari 50 persen dari total sasaran ditiap provinsi. 

“Kami terus menyampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan di daerah baik dari Pemerintah, TNI/POLRI, ataupun pihak-pihak lainnya untuk terus menjalin kerjasama baik dalam meningkatkan capain vaksinasi khususnya untuk dosis booster agar efektif meningkatkan kembali kekebalan masyarakat yang mulai menurun. Selain itu pemantauan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, serta penggunaan aplikasi pedulilindungi di area-area publik juha harus tetap dilakukan," tutup Safrizal. (RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD