
Dia menjelaskan, pengelolaan kawasan GBK nantinya dapat melibatkan sejumlah entitas milik negara, seperti InJourney dan The Meru yang akan mengelola Sultan Hotel. Keterlibatan ini dialkukan setelah seluruh proses administrasi yang dikoordinasikan oleh Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) selesai.
Meski beigut, Rosan menegaskan bahwa konsep akhir pengembangan kawasan masih terus dimatangkan. Dia memastikan fungsi perhotelan tetap akan menjadi bagian dari kawasan tersebut, meskipun nantinya dikembangkan dengan pendekatan yang lebih komprehensif.
“Nanti di antaranya pastinya ada hotel juga ya, dan tidak satu (hotel). Tapi pesan Bapak Presiden ini dijadikan ikon baru untuk Indonesia, sehingga perencanaannya itu harus dilakukan secara komprehensif dan memberikan dampak yang nyata kepada perekonomian dan juga paling-paling penting kepada rakyat Indonesia,” tuturnya..
Rosan menambahkan, pengembangan kawasan GBK juga berpotensi memperkuat sektor pariwisata berbasis olahraga (sport tourism). Menurutnya, seluruh fasilitas di kawasan tersebut akan ditingkatkan agar memenuhi standar internasional.
“GBK ya tetap ada GBK-nya, tapi semuanya akan kita tingkatkan, kita sempurnakan menjadi standar internasional atau world class standard, sehingga ini juga bisa memberikan satu sentral ekonomi baru di Jakarta,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rosan mengatakan bahwa pengembangan kawasan GBK merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo untuk mendorong sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Pemerintah, kata dia, akan memetakan dan memprioritaskan destinasi wisata yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara terintegrasi.