sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Prabowo Tak Akan Ubah Batas Defisit 3 Persen, Kecuali Krisis Besar seperti COVID-19

Economics editor Rahmat Fiansyah
16/03/2026 12:40 WIB
Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pemerintah akan menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan batas defisit anggaran 3 persen.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pemerintah akan menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan batas defisit anggaran 3 persen. (Foto: Dok. Setneg)
Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pemerintah akan menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan batas defisit anggaran 3 persen. (Foto: Dok. Setneg)

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pemerintah berkomitmen menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan batas defisit anggaran sebesar 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Prabowo mengatakan bahwa aturan tersebut tidak akan diubah kecuali dalam kondisi darurat besar seperti pada saat pandemi COVID-19. Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Prabowo menyebut batas defisit sebagai instrumen penting untuk menjaga kedisiplinan pengelolaan keuangan negara.

“Batas defisit itu adalah alat yang baik untuk mendisiplinkan diri kita. Kami tidak punya rencana untuk mengubahnya kecuali ada keadaan darurat yang sangat besar seperti COVID-19. Saya berharap kita tidak perlu mengubahnya," kata Prabowo dikutip Senin (16/3/2026). 

Indonesia telah menetapkan batas defisit anggaran maksimal sebesar 3 persen terhadap PDB sejak awal tahun 2000, setelah krisis keuangan Asia. Ketentuan tersebut selama ini menjadi salah satu pilar disiplin fiskal yang diperhatikan oleh para investor.

Prabowo juga menilai Indonesia lebih beruntung dibandingkanbanyak negara lain karena memiliki sumber daya alam seperti sawit dan batu bara yang masih relatif murah dan dapat menjamin ketahanan nasional. Di saat yang sama, pemerintah akan terus mengembangkan panas bumi, tenaga surya, tenaga air, serta biofuel sebagai sumber energi alternatif.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement