Sementara itu, Lukman Nurjaman dari PT Visi Indonesia Parama menyambut baik kunjungan dari buyer asal Arab Saudi tersebut. Lukman mengaku, kunjungan buyer secara langsung memberikan kesempatan untuk perusahaannya menunjukkan kemampuan produksi, kualitas produk, sekaligus menawarkan produk lainnya yang dapat dipasarkan ke negara tujuan ekspor.
"Melalui kunjungan ini, buyer dapat melihat langsung proses produksi hingga standar kualitas untuk memenuhi spesifikasi yang diinginkan. Kami berharap, kerja sama dapat berjalan dengan baik dan berkembang menjadi kemitraan jangka panjang,” ujar Lukman.
Sepanjang Januari–Juni 2026, total perdagangan nonmigas antara Indonesia dan Arab Saudi tercatat sebesar USD1,68 miliar. Ekspor Indonesia ke Arab Saudi USD1,02 miliar dan impor Indonesia dari Arab Saudi USD665,10 juta.
Pada 2025, total perdagangan nonmigas Indonesia dengan Arab Saudi tercatat sebesar USD3,94 miliar. Ekspor Indonesia ke Arab Saudi sebesar USD2,89 miliar dan impor Indonesia dari Arab Saudi USD1,06 miliar. Indonesia surplus perdagangan nonmigas terhadap Arab Saudi sebesar USD1,82 miliar.
Produk ekspor utama Indonesia ke Arab Saudi, yakni kendaraan dan bagiannya, lemak dan minyak hewani atau nabati, kapal laut, berbagai makanan olahan, serta kayu dan barang dari kayu. Sementara itu, produk yang diimpor Indonesia dari Arab Saudi, yakni garam, belerang, kapur, plastik dan barang dari plastik, bahan kimia organik, berbagai produk kimia; serta buah-buahan.
(NIA DEVIYANA)