“Langkah preventif ini penting untuk memastikan kredibilitas mitra usaha dan memberikan rasa aman bagi eksportir Indonesia. Kami berkomitmen mengawal proses ini agar pengiriman perdana PT Dami Sariwana berjalan lancar. Terlebih, mitra di Arab Saudi sudah berkomitmen memesan lanjutan jika produk ini diterima dengan baik,” ujar Bagas.
Pemilik Al Itholah Trading, Nassrudin, menilai produk herbal Indonesia memiliki kualitas yang baik dan berpotensi diterima oleh pasar yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
“Target pasar kami tidak hanya terbatas di Arab Saudi saja, melainkan akan kami perluas hingga ke Sudan. Sebagai bentuk keseriusan, saat ini kami bahkan telah menyiapkan area pemajangan untuk produk-produk PT Dami Sariwana di jaringan outlet kami agar dapat langsung menarik perhatian konsumen,” ujarnya.
Kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat tren positif perdagangan kedua negara, khususnya di sektor nonmigas. Pada Januari-April 2026, total perdagangan nonmigas Indonesia-Arab Saudi tercatat sebesar USD1,02 miliar. Ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi adalah sebesar USD675,80 juta dan impor nonmigas Indonesia dari Arab Saudi sebesar USD345,90 juta. Indonesia mencatatkan surplus nonmigas terhadap Arab Saudi sebesar USD329,90 juta.
Sementara itu, pada 2025, total perdagangan nonmigas Indonesia-Arab Saudi mencapai USD3,94 miliar. Ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi mendominasi sebesar USD2,88 miliar dibandingkan impor nonmigas Indonesia dari Arab Saudi yang sebesar USD1,06 miliar. Dengan demikian, Indonesia berhasil mencatatkan surplus nonmigas sebesar USD1,82 miliar terhadap Arab Saudi.
(NIA DEVIYANA)