AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Produksi Kopi Brazil Merosot 40 Persen, Jadi Peluang Emas Petani Kopi RI

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Senin, 17 Januari 2022 15:36 WIB
Sebagai produsen kopi terbesar di dunia, produksi kopi Brazil tahun ini diperkirakan merosot 40 persen akibat cuaca ekstrem.
Produksi Kopi Brazil Merosot 40 Persen, Jadi Peluang Emas Petani Kopi RI (FOTO: MNC Media)
Produksi Kopi Brazil Merosot 40 Persen, Jadi Peluang Emas Petani Kopi RI (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Sebagai produsen kopi terbesar di dunia, produksi kopi Brazil tahun ini diperkirakan merosot 40 persen akibat cuaca ekstrem. Hal ini menjadi peluang besar bagi produsen kopi Indonesia.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut, kopi nusantara menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional. Katanya, saat ini Indonesia memiliki potensi emas untuk meningkatkan ekspor ke negeri seberang.

"Pada 2020, ekspor kopi sekitar 394.000 ton, dan pada 2021 sekitar 372.872 ton. Meskipun produksi sedikit turun, tetapi harga kopi dunia naik. Jadi kita diuntungkan dengan value yang cukup besar," ujar Masduki dalam dialog Kopi Tanah Air secara daring, Senin (17/1/2022).

Di sisi lain, lanjut Teten, Brazil yang merupakan produsen kopi nomor satu di dunia mengalami penurunan produksi sebesar 40% pada tahun 2022. Hal itu karena Brazil mengalami cuaca yang ekstrem. 

"Nah ini potensi bagi kita untuk meningkatkan produksi di sisi hulu," cetusnya.
 
Menariknya, kopi nusantara juga menggerakkan UMKM dan koperasi baik dari sisi hulu maupun di sisi hilir. Menkop UKM ini berujar bahwa kebun kopi Indonesia didominasi oleh perkebunan rakyat, dimana kopi-kopi di tanah di tanah-tanah marginal dan mampu memberikan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. 

"Kebun kopi kita yang merupakan perkebunan swasta maupun milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu hanya 4%. Sementara 96% milik perkebunan rakyat yang ditanam di tanah-tanah marginal yang melibatkan sampai 1,5 juta petani," bebernya.

Sedangkan di hilir, lanjut Teten, ribuan kedai maupun warung kopi kini tumbuh pesat. "Kalau kita ngomong nasionalisme ekonomi kita bisa salah satunya mengklaim kopi yang bisa menggeser brand-brand besar," cetusnya. 

Ia melihat, zaman sekarang ini cappuccino kalah dengan kopi susu. Menurutnya, itu karena munculnya kedai-kedai kopi kecil dan ini bukan hanya fenomena Indonesia, di negara lain pun demikian.

"Jadi warung-warung kopi kecil yang kopinya jauh lebih enak, lebih fresh itu bisa mengalahkan brand-brand kopi dari brand luar," tutupnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD