Meski demikian, Tony tidak menampik adanya kendala teknis serta pembengkakan biaya operasional yang harus dihadapi perusahaan dalam proses penambangan bawah tanah tersebut.
"Tahun ini tantangannya, tentu ada biaya-biaya akan lebih mahal, tapi dari tantangan produksinya ya kita lagi menyelesaikan, akan segera mulai menambang di production block 2 dan 3 di Grasberg Block Cave," tutur Tony.
Tony menambahkan bahwa fokus utama manajemen saat ini adalah menyelesaikan hambatan di lapangan agar aktivitas ramp up atau peningkatan volume produksi bisa segera terlaksana.
"Ya tantangan teknis, lebih banyak tantangan teknis. Tapi mudah-mudahan dalam waktu dekat 2-3 minggu ke depan kita sudah mulai bisa produksi di situ dan akan mulai ramp up," tambahnya.
Sebagai Sekretaris Jenderal Indonesia Mining Association (IMA), Tony menekankan bahwa kebijakan perusahaan adalah menitikberatkan pada aspek operasional yang dapat dikendalikan secara internal, daripada sekadar mengejar target laba yang sangat bergantung pada fluktuasi harga komoditas global.