"Ini kita bangun 2 juta rumah untuk UMKM, kan uangnya beredar di pedesaan, uangnya tidak akan lari ke luar negeri, cuannya kalian dapat, UMKM akan nanti berkumpul di pedesaan, cuannya tidak dibawa ke luar negeri," kata Hashim.
Terkait tantangan permodalan, jika kontraktor lokal mengalami kendala, Hashim memastikan saat ini pihaknya telah beberapa kali menemui pihak perbankan untuk membantu merealisasikan program 3 juta rumah tersebut. Diharapkan, masalah pembiayaan tidak menjadi masalah besar untuk mewujudkan cita-cita ini.
"Regulasinya kami sudah beri tahu ke Direksi BTN, saya sudah ketemu Pak Nixon 4-5 kali, beliau termasuk Satgas, Direksi SMF, Perumnas saya sudah bertemu," ujar Hashim.
Sedangkan para pengembang besar, menurut Hashim, masih bisa mendapatkan kue pembangunan lewat pembangunan 1 juta unit apartemen, yang menjadi bagian dari program 3 juta rumah Prabowo pada 2025.
"Nanti yang 1 juta unit apartemen itu boleh (kontraktor) yang besar-besar, tapi pasti ada kawan-kawan Kadin yang punya (bisnis properti), boleh ikut 1 juta per tahun," katanya.
(Dhera Arizona)