AALI
9325
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2400
ACES
735
ACST
199
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
800
ADMF
8125
ADMG
176
ADRO
3130
AGAR
322
AGII
2270
AGRO
775
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
105
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
157
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1565
AKRA
1155
AKSI
268
ALDO
750
ALKA
292
ALMI
302
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.08
1.07%
+5.72
IHSG
7130.34
0.52%
+37.06
LQ45
1015.57
0.97%
+9.78
HSI
19765.62
-1.37%
-275.24
N225
28868.91
-0.01%
-2.87
NYSE
15794.33
-0.06%
-10.05
Kurs
HKD/IDR 190
USD/IDR 14,725
Emas
843,472 / gram

Punya Banyak Pabrik Pengolahan Tebu, Tapi RI Masih Impor Gula

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Selasa, 09 Februari 2021 10:50 WIB
Dengan kasitas pabrik gula yang telah dimiliki harusnya Indonesia sudah tidak perlu impor gula lagi alias swasembada gula.
Punya Banyak Pabrik Pengolahan Tebu, Tapi RI Masih Impor Gula (FOTO: MNC Media)
Punya Banyak Pabrik Pengolahan Tebu, Tapi RI Masih Impor Gula (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Indonesia sampai saat ini masih mengimpor kebutuhan gula nasional. Padahal, dengan kasitas pabrik yang telah dimiliki harusnya Indonesia sudah tidak perlu impor gula lagi alias swasembada gula.

Direktur Jendral Industri Agro, Kementerian Perindustrian Abdul Rachim mengungkapkan, saat ini terdapat 62 pabrik yang beroperasi di dalam negeri dengan kapasitas terpasang 316.950 TCD, yang terdiri dari 43 pabrik gula milik BUMN dan 19 pabrik gula milik swasta.

“Pada saat ini terdapat 62 pabrik gula di dalam negeri (43 PG BUMN dan 19 PG swasta) dengan kapasitas terpasang nasional mencapai 316.950 TCD,” ujar Rochim di Jakarta, Selasa (9/2/2021).

Rochim menambahkan, dengan jumlah pabrik gula yang beroperasi tersebut, mampu memproduksi gula sebanyak 3,5 juta ton per tahan. Sementara kebutuhan atau konsumsi gula nasional saat ini sebesar 2,8 juta ton per tahun. Seharusnya produksi gula nasional bukan kurang malah surplus alias berlebih.

“Kebutuhan gula konsumsi saat ini sebesar 2,8 juta ton, sementara produksi dalam negeri baru mencapai 2,1 juta ton,” ungkapnya. 

Namun, fakta di lapangan berbeda. Dalam kurun 5 tahun terakhir, jumlah pabrik pengolahan tebu menjadi gula bertambah 7 pabrik. Tapi, anehnya ketika pabrik bertambah, produksi gula dalam kurun 2015-2020 malah menurun.

Kemenperin mencatat, produksi gula dalam negeri pada tahun 2015-2020 menurun dari 2,5 juta ton menjadi 2,1 juta ton, padahal pada rentang tahun yang sama telah berdiri sebanyak kurang lebih tujuh pabrik gula berbasis tebu.

7 pabrk tersebut antara lain PT. Kebun Tebu Mas, PT. Sukses Mantap Sejahtera, PT. Adikarya Gemilang, PT. Industri Gula Glenmore, PT. Pratama Nusantara Sakti, PT. Rejoso Manis Indo dan PT. Prima Alam Gemilang, dengan kapasitas terpasang yang rata-rata cukup besar antara 8.000 – 12.000 TCD.  (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD