IDXChannel - Dolar Amerika Serikat (AS) kehilangan sebagian daya tariknya sebagai aset safe-haven pada Selasa (10/3/2026) seiring spekulasi perang di Timur Tengah kemungkinan tidak akan meluas.
Hal ini turut menurunkan harga minyak yang sebelumnya melonjak tajam dan mendorong kenaikan aset berisiko.
Dolar AS sempat menguat pada awal perdagangan Asia atas yen dan euro. Namun, mata uang tersebut mundur dari level tertinggi sehari sebelumnya setelah klaim Presiden AS Donald Trump yang mengatakan perang melawan Iran "hampir sesuai dengan rencana".
Pernyataan tersebut segera dibantah oleh Garda Revolusi Iran yang menyebut ucapan Trump sebagai omong kosong.
Dolar Australia, mata uang yang sensitif terhadap risiko, kini stabil di USD0,7068.
Pound sterling pulih dari penurunan pada Senin dan diperdagangkan di USD1,3412, sementara dolar Selandia Baru stabil di USD0,5932.