IDXChannel - Reformasi pasar modal Indonesia dinilai bukan lagi sekadar respons terhadap tekanan global, melainkan kebutuhan struktural untuk memperkuat kredibilitas dan daya saing jangka panjang.
Dalam riset terbarunya, PT Henan Putihrai Asset Management (Henan Asset) menilai, langkah regulator Indonesia berupa peningkatan transparansi kepemilikan saham hingga penyesuaian batas minimum free float, merupakan pondasi penting untuk memperbaiki kualitas pasar.
Kebijakan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi standar global, tetapi juga menjawab kebutuhan domestik yang semakin kompleks.
"Reformasi ini bukan sekadar penyesuaian teknis, melainkan upaya memperkuat struktur pasar agar lebih transparan, kredibel, dan berkelanjutan," tulis Henan Asset dalam risetnya, Kamis (23/4/2026).
Keputusan MSCI menunda rebalancing memang memberi ruang bernapas bagi pasar Indonesia, sekaligus menghindarkan risiko penurunan status ke frontier market dalam waktu dekat. Namun, di sisi lain, penundaan ini memperpanjang periode ketidakpastian bagi investor global.