IDXChannel - Mata uang rupiah berhasil mencatatkan rapor hijau dengan melanjutkan tren penguatan yang solid terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang pekan ini.
Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi menerangkan, keperkasaan mata uang Garuda didukung penuh oleh respons agresif Bank Indonesia (BI) melalui kenaikan suku bunga acuan, derasnya pembalikan arus modal asing ke instrumen domestik, hingga sentimen positif revisi pertumbuhan ekonomi nasional oleh lembaga donor internasional.
Berdasarkan data pasar spot Bloomberg pada penutupan perdagangan Jumat (12/6/2026), rupiah berada di level Rp17.860 per dolar AS (USD), atau menguat 0,72 persen dibandingkan performa hari sebelumnya di posisi Rp17.989.
"Jika dikalkulasi dalam kurun waktu sepekan, rupiah tercatat melesat 0,98 persen dari posisi akhir pekan lalu yang sempat terkapar di level Rp18.036 per USD," ujar Ibrahim dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/6/2026).