Terpisah, Deputi Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan, performa impresif mata uang domestik di sepanjang pekan ini merupakan cerminan langsung dari respons positif para pengelola dana global terhadap bauran kebijakan moneter yang dirilis bank sentral. Sinergi ketat antara kebijakan moneter BI dan kebijakan fiskal pemerintah dinilai berhasil meredam volatilitas pasar.
"Langkah-langkah tersebut juga didukung oleh sinergi yang erat antara Bank Indonesia dan Pemerintah," kata Destry dalam keterangan resminya, Jumat (12/6/2026).
Destry memaparkan, pengetatan moneter terbukti ampuh memantik pembalikan modal asing (capital inflow) ke berbagai instrumen keuangan dalam negeri, mulai dari Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) hingga Surat Berharga Negara (SBN). Bahkan, sentimen positif ini turut mengalir deras pada produk investasi baru bentukan pemerintah, yakni Danantara.
"Aliran masuk modal asing juga terjadi pada obligasi internasional Danantara yang penjualan perdananya berhasil mencapai Rp26,9 triliun. Perkembangan ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap aset-aset domestik," katanya.