IDXChannel – Prospek pasar saham Indonesia dinilai mulai membaik memasuki semester II-2026 seiring stabilisasi nilai tukar rupiah, kebijakan fiskal dan moneter yang lebih hati-hati, serta valuasi saham yang masih menarik.
Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai sejumlah risiko, mulai dari harga minyak dunia, perlambatan ekonomi, hingga evaluasi Indonesia oleh penyedia indeks global, terutama MSCI.
Analis CGS Internasional Sekuritas Indonesia (CGSI) Hadi Soegiarto, Wisnu Trihatmojo, dan Elizabeth Noviana dalam riset yang terbit pada 23 Juli 2026 menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi telah mencapai titik terendah (bottomed) tahun ini.
Mereka mempertahankan target IHSG di level 7.000 pada akhir 2026, yang mengindikasikan potensi kenaikan sekitar 12 persen dari posisi saat ini.
Menurut CGSI, salah satu faktor utama yang menopang optimisme tersebut adalah mulai stabilnya rupiah setelah Bank Indonesia (BI) mengambil langkah lebih agresif menjaga stabilitas pasar keuangan.