Di tengah berbagai tantangan tersebut, valuasi saham Indonesia dinilai masih sangat menarik.
Cakupan emiten yang dianalisis CGSI saat ini diperdagangkan pada valuasi sekitar 8,1 kali price to earnings (P/E) 2026, meski diperkirakan mampu membukukan pertumbuhan laba per saham (EPS) sekitar 8 persen dengan dividend yield rata-rata 5 persen.
CGSI memperkirakan valuasi tersebut berpeluang mengalami re-rating menuju 9,5 kali P/E apabila pemerintah mampu menjalankan agenda perbaikan fiskal secara konsisten dan menjaga stabilitas kebijakan.
Dalam kondisi tersebut, investor disarankan tetap melakukan diversifikasi portofolio lintas sektor untuk mengurangi risiko kebijakan yang bersifat sektoral.
Saham pilihan utama CGSI pada semester II-2026 meliputi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Astra International Tbk (ASII).