Grafik pemulihan ini sejalan dengan pergerakan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia. Kurs Jisdor terpantau bergerak perkasa dari posisi Rp18.171 per USD pada pembukaan Senin (8/6/2026) menjadi Rp17.921 per USD pada penutupan Jumat (12/6/2026), merepresentasikan penguatan struktural sebesar 1,38 persen dalam sepekan.
Ibrahim menerangkan, ketahanan rupiah di sepanjang pekan ini tergolong luar biasa karena mampu mengabaikan ragam tekanan geopolitik global yang membara di Timur Tengah.
Pasar terus berfluktuasi mencerminkan dinamika pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai progres damai, yang berbenturan keras dengan ancaman militer Iran untuk memblokade total Selat Hormuz sebagai jalur vital perlintasan seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
"Di sisi lain, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz, di mana lalu lintas kapal sudah sangat terbatas, dengan mengatakan akan menembak kapal apa pun yang mencoba melewati jalur air tersebut," katanya.