Selain itu, pertahanan eksternal rupiah dipertebal lewat diplomasi regional bersama People's Bank of China (PBOC) dan Hong Kong Monetary Authority (HKMA) melalui perluasan transaksi mata uang lokal (Local Currency Transaction/LCT) dan penguatan Bilateral Currency Swap Agreement (BCSA).
"Langkah tersebut akan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah," ujar Destry.
BI memastikan akan terus menyiagakan kehadirannya di pasar melalui intervensi berlapis secara terukur demi mengawal mata uang nasional kembali pada nilai fundamentalnya.
"Dengan berbagai perkembangan di atas, diyakini rupiah akan terus menguat terhadap US dollar menuju ke level fundamentalnya," kata Destry.
(Dhera Arizona)