sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Purbaya Beberkan Alasan TNI Beri Pembekalan bagi Penerima Beasiswa LPDP

Economics editor
04/05/2026 20:06 WIB
Keterlibatan unsur militer tersebut bukan bertujuan untuk persiapan perang, melainkan untuk menanamkan kedisiplinan dan memperkokoh rasa cinta tanah air.
Purbaya Beberkan Alasan TNI Beri Pembekalan bagi Penerima Beasiswa LPDP (FOTO:iNews Media Group)
Purbaya Beberkan Alasan TNI Beri Pembekalan bagi Penerima Beasiswa LPDP (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan terkait rencana keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam program Persiapan Keberangkatan (PK) bagi para penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). 

Purbaya menegaskan keterlibatan unsur militer tersebut bukan bertujuan untuk persiapan perang, melainkan untuk menanamkan kedisiplinan dan memperkokoh rasa cinta tanah air.

Menurutnya, aktivitas fisik seperti push-up maupun sit-up merupakan instrumen untuk melatih ketahanan mental dan kecintaan terhadap negara.

"LPDP itu ada pembekalan lebih lanjut dalam hal dari TNI, bukan untuk perang tapi untuk melatih, memperkuat rasa nasionalisme mereka. Biasanya kalau sit-up, push-up, itu disiplin itu kan latihan itu sebetulnya, latihan kecintaan ke negara. Yang disiplin itu kecintaan ke negaranya," ujar Purbaya ke awak media di kantornya, Senin (4/5/2026).

Purbaya menekankan pentingnya pembekalan ini agar para mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar negeri tetap memiliki loyalitas tinggi terhadap Indonesia. 

Ia tidak menginginkan adanya alumni LPDP yang justru memberikan citra buruk atau menghina negara sendiri setelah mendapatkan fasilitas pendidikan dari pemerintah.

"Jangan sampai nanti kayak waktu kemarin-kemarin, pergi keluar habis itu menghina-hina negara sendiri. Itu yang utama," tutur Purbaya.

Terkait aspek pendanaan, Menteri Keuangan memastikan bahwa penambahan anggaran untuk melibatkan TNI dalam proses pembekalan ini relatif kecil dan bersifat investasi.

Nilai tersebut dianggap tidak sebanding dengan besarnya biaya pendidikan yang dikeluarkan negara untuk membiayai studi para penerima beasiswa selama bertahun-tahun di mancanegara.

Pembekalan ini juga diharapkan menjadi pendorong agar para lulusan kembali ke Indonesia dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

"Enggak apa-apa, itu investasi. Kalau nambah sedikit, nggak banyak kan dibandingkan biaya mereka bertahun-tahun di luar negeri. Terus kalau nggak balik, ruginya banyak saya," katanya

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2 3
Tim Editor
Advertisement
Advertisement