Awal kepemimpinannya diwarnai oleh gelombang demonstrasi besar pada Agustus 2025 yang dipicu oleh akumulasi kekecewaan publik terhadap rencana kenaikan tunjangan DPR serta kondisi perekonomian nasional.
Belum usai menstabilkan gejolak domestik, Kementerian Keuangan harus berhadapan dengan peninjauan indeks saham oleh MSCI, hingga catatan rating negatif dari lembaga pemeringkat internasional seperti Fitch Ratings dan Moody's.
"Ketika saya mengambil jabatan, saya menghadapi demonstrasi yang besar. Setelah kami menstabilkan demo, saya menghadapi MSCI dan kemudian, saya menghadapi rating negatif dari Fitch dan Moody's," kata dia.
Di tengah rentetan tekanan tersebut, otoritas keuangan Indonesia berhasil mempertahankan status pasar modal Indonesia dalam jajaran Emerging Market setelah MSCI mengapresiasi langkah reformasi pasar modal dan memperpanjang masa evaluasi hingga November 2026.