“Yang diganti paling berapa puluh persen diganti yang pakai seng. Jadi harusnya angkanya lebih kecil,” kata dia.
Terkait sumber dana, Purbaya menyebut pemerintah memiliki fleksibilitas fiskal. Ia tidak menampik adanya kemungkinan pemanfaatan cadangan negara atau pengalihan dari pos lain yang memungkinkan.
“Ada kemungkinan dari situ (anggaran Makan Bergizi Gratis yang dipotong), ada kemungkinan dari tempat lain. Tapi cukuplah nggak banyak-banyak banget kalau nggak salah anggarannya,” ujar Purbaya.
Ide gentengisasi ini pertama kali dicetuskan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan meningkatkan kualitas hunian sekaligus estetika bangunan di berbagai daerah. Penggunaan seng dinilai memiliki kekurangan, seperti suhu ruangan yang menjadi lebih panas dan suara bising yang ditimbulkan saat hujan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini masih terdapat sekitar 31,48 persen atau sekitar 22,2 juta rumah tangga yang menggunakan seng.