Pada pos pengeluaran, serapan belanja negara telah menembus angka 52,06 persen dari pagu anggaran yang ditetapkan.
Kesehatan postur APBN yang disalurkan ke daerah ini berdampak linier terhadap laju perekonomian makro regional. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sukses bertengger di angka 5,89 persen berkat sokongan masif dari sektor industri, aktivitas perdagangan, serta guyuran program stimulus produktivitas dari pemerintah.
“Kementerian Keuangan di Jawa Tengah terus mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah dengan indikator ekonomi yang masih perlu diperkuat,” ujar Purbaya.
Di bidang tata kelola keuangan daerah, Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jawa Tengah juga tengah menguji coba inovasi digitalisasi penerimaan daerah lewat skema joint research bersama para ahli lokal (local expert).
Salah satu proyek percontohannya adalah penerapan sistem e-Parkir di Pasar Sidomakmur, Kabupaten Blora, yang ditargetkan mampu memangkas kebocoran anggaran dan menaikkan transparansi kas daerah.