IDXChannel - Qatar Energy menyatakan force majeure dan sepenuhnya menghentikan produksi gas alam cair (LNG).
Dilansir dari Reuters pada Kamis (5/3/2026), sejumlah sumber mengatakan bahwa Qatar Energy tidak akan memproduksi LNG setidaknya selama dua minggu.
Qatar menyuplai sekitar 20 persen ekspor LNG dunia. Namun, komoditas tersebut hanya bisa dikirim lewat Selat Hormuz, yang saat ini ditutup karena perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Lebih dari 80 persen pelanggan Qatar Energy berada di Asia dan Eropa, ternasuk China, Jepang, India, dan Korea Selatan.
Force majeure adalah klausul kontrak yang membebaskan dari tanggung jawab jika kegagalan memenuhi kewajiban pasokan terjadi karena keadaan di luar kendali mereka.
Penutupan Selat Hormuz membuat pengiriman lewat laut dari Qatar menjadi tidak mungkin. Alhasil, proses pencairan gas tidak dapat dilanjutkan. (Wahyu Dwi Anggoro)