IDXChannel - Indonesia masih merayu Turki untuk berinvestasi di Indonesia. Hal ini ditandai dengan pertemuan antara Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dan konglomerasi manufaktur terbesar Turki, SANKO Holding.
Dalam pertemuan tersebut, Menperin Agus mendorong agar SANKO Holding untuk memperluas investasinya ke sektor hilir, juga ke sektor energi. Salah satunya berinvestasi pada industri pengolahan tuna dan juga galangan kapal.
Diungkap Menperin, SANKO didorong untuk mengembangkan budi daya tuna di Biak, Papua serta membuat kapal pengolah tuna, mengingat Tuna adalah komoditas yang sangat melimpah di wilayah tersebut, sehingga sangat potensial.
Menperin juga mengundang Sanko Enerji, anak perusahaan Sanko Holding, untuk berinvestasi di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Indonesia, yang saat ini memiliki tingkat utilisasi rendah.
“Terdapat sekitar 69 bendungan di Indonesia yang belum termanfaatkan secara optimal, sehingga menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan SANKO Holding untuk mengembangkan lini energinya di Indonesia,” kata Menperin dikutip pada Senin (10/6/2024).
Untuk diketahui, SANKO Enerji saat ini telah memiliki sejumlah pembangkit listrik dari hydroelectric, angin, dan panas bumi dengan kapasitas terpasang sebesar 1.000 MW.
Peluang investasi yang ditawarkan oleh Menperin juga mendorong SANKO Holding untuk berpartisipasi dalam produksi energi terbarukan, sebagai salah satu upaya mewujudkan Net Zero Emission di Indonesia pada 2060.
“Pihak SANKO menyambut baik tawaran tersebut dan akan membicarakan hal ini lebih lanjut,” kata Menperin. Selain itu, SANKO Holding juga memiliki industri tekstil dan kemasan yang juga perlu didorong investasinya di Indonesia.
Total investasi Turki di Indonesia pada kurun waktu 2019 hingga 2023 sendiri telah mencapai USD42,758 Juta, menempatkan Turki pada urutan ke-43 di antara negara-negara yang berinvestasi di Indonesia.
Dengan begitu, Menperin Agus sangat yakin masih terdapat peluang yang masih sangat besar bagi perusahaan-perusahaan asal Turki untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia.
(NIY)