sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

RI Defisit Ekspor USD1,6 Miliar, Kadin Indonesia Dorong Hilirisasi Demi Tingkatkan Daya Saing

Economics editor Rohman Wibowo
24/07/2026 18:28 WIB
Kadin Indonesia Anindya Bakrie menekankan pentingnya akselerasi hilirisasi. Pernyataan tersebut menanggapi defisit ekspor Mei 2026 yang mencapai USD1,6 miliar.
RI Defisit Ekspor USD1,6 Miliar, Kadin Indonesia Dorong Hilirisasi Demi Tingkatkan Daya Saing. (Foto: Rohman Wibowo/iNews Media Group)
RI Defisit Ekspor USD1,6 Miliar, Kadin Indonesia Dorong Hilirisasi Demi Tingkatkan Daya Saing. (Foto: Rohman Wibowo/iNews Media Group)

Untuk itu, dia menitikberatkan optimisme terhadap iklim usaha nasional terkonfirmasi seiring tetap bergairahnya arus investasi masuk dan transaksi perdagangan internasional.

"Kemarin saya dari Indonesia-China Investment Forum, tahun lalu China dan Hong Kong investasi USD18 miliar, tahun ini mungkin bisa USD21-22 miliar yang diperjelas Kementerian Investasi. Dagang dengan China tahun lalu USD138 miliar, tahun ini mungkin lebih dari USD200 miliar," kata dia.

Atas dasar itu, Anin mengatakan defisit neraca dagang memang benar menjadi isu bagi setiap negara yang melakoni perdagangan internasional, tetapi Indonesia dinilainya memiliki pasar ekspor ke banyak negara yang selama ini menjadi tumpuan pendapatan nasional.

"Ini menandakan bahwa terlepas dari opini dan noise di luar, faktanya data mengatakan trade jalan dan investasi jalan," ungkap Anin.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indonesia mencatatkan defisit neraca perdagangan sebesar USD 1,6 miliar pada Mei 2026. Meski begitu, secara kumulatif periode Januari-Mei 2026, neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus sebesar USD4 miliar. 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement