Nilai ekspor mencapai US115,4 miliar atau naik 3,02 persen secara tahunan, namun angka ini tidak mampu mengimbangi lonjakan impor yang tumbuh 15,24 persen menjadi USD111,3 miliar, sehingga bantalan surplus perdagangan semakin menipis.
Kajian NEXT Indonesia Center mengungkapkan penurunan ekspor pada Mei 2026 sebesar 8,30 persen dibanding bulan sebelumnya disebabkan oleh pelemahan komoditas unggulan seperti minyak sawit, besi dan baja, mesin elektrik, tembaga, hingga produk kimia.
(Febrina Ratna Iskana)