sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Risiko di Balik RI Impor Minyak dari AS, Defisit Neraca Migas hingga Pelemahan Rupiah

Economics editor Rohman Wibowo
24/02/2026 05:00 WIB
Perbedaan harga dan spesifikasi minyak mentah juga bisa mempengaruhi efisiensi pengolahan di kilang milik Pertamina.
Risiko di Balik RI Impor Minyak dari AS, Defisit Neraca Migas hingga Pelemahan Rupiah. Foto: iNews Media Group.
Risiko di Balik RI Impor Minyak dari AS, Defisit Neraca Migas hingga Pelemahan Rupiah. Foto: iNews Media Group.

Menurut Bima, strategi energi ideal seharusnya menekan impor melalui peningkatan produksi domestik, diversifikasi energi, dan percepatan transisi ke energi terbarukan. Tanpa itu, setiap kenaikan harga minyak global berpotensi langsung menekan rupiah dan memperlebar defisit transaksi berjalan.

"Sehingga dengan hanya bergeser pun, ini angkanya sebenarnya membuat Indonesia jauh lebih mahal," kata Bima.

Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Amerika Serikat menyepakati sejumlah komitmen strategis di bidang perdagangan dan energi. Pada aspek perdagangan energi, Indonesia menyepakati peningkatan pembelian produk energi dari Amerika Serikat dengan nilai indikatif hingga sekitar USD15 miliar atau setara Rp252,94 triliun.

Komitmen ini mencakup impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) sekitar USD3,5 miliar, minyak mentah (crude oil) sekitar USD4,5 miliar, produk BBM olahan tertentu senilai sekitar USD7 miliar, serta komoditas energi lainnya sesuai kebutuhan domestik, termasuk batubara metalurgi dan teknologi batu bara bersih.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement