sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rosan Pamer Valuasi Saham TLKM hingga Rp115 Triliun Berkat Transformasi BUMN

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
14/01/2026 20:16 WIB
Setelah lima tahun terakhir valuasi saham TLKM cenderung menurun, sementara dalam enam bulan terakhir justru terjadi respons pasar yang sangat positif.
Rosan Pamer Valuasi Saham TLKM hingga Rp115 Triliun Berkat Transformasi BUMN (FOTO:iNews Media Group)
Rosan Pamer Valuasi Saham TLKM hingga Rp115 Triliun Berkat Transformasi BUMN (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, memamerkan kinerja positif PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang dinilai menjadi bukti keberhasilan awal transformasi di BUMN, khususnya sumber daya manusia dan transformasi digital.

Dia mengungkapkan, setelah lima tahun terakhir valuasi saham TLKM cenderung menurun, sementara dalam enam bulan terakhir justru terjadi respons pasar yang sangat positif. 

Harga saham Telkom melonjak hingga 81 persen, mendorong valuasi perusahaan meningkat ke kisaran Rp112 triliun hingga Rp115 triliun.

"Kalau kita lihat Telkom, lima tahun terakhir valuasinya menurun. Tapi dalam enam bulan terakhir ini responsnya sangat positif, kenaikan saham sampai 81 persen, valuasinya sekarang di kisaran Rp112 sampai Rp115 triliun," kata Rosan di Menara Global, Rabu (14/1/2026).

Menurut Rosan, reformasi BUMN dilakukan secara menyeluruh, dengan fokus utama pada pembenahan sumber daya manusia (SDM) serta perencanaan bisnis yang saling terintegrasi antarprogram, sehingga strategi perusahaan dapat berjalan saling melengkapi.

"Reformasi itu harus menyeluruh, terutama SDM-nya, dan juga bagaimana pada saat mereka membuat rencana itu komplementasinya bisa berjalan," kata Rosan.

Selain Telkom, Rosan menyebut transformasi juga tengah berlangsung di sejumlah BUMN strategis lain seperti Garuda Indonesia dan Krakatau Steel, yang menurutnya mulai menunjukkan respons positif dari pasar dan perbaikan kinerja.

Rosan menegaskan, transformasi digital menjadi keniscayaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi seperti artificial intelligence (AI) dan blockchain. Tanpa adaptasi terhadap perubahan teknologi, BUMN berisiko tertinggal dalam persaingan global.

"Dengan adanya teknologi baru seperti AI dan blockchain, kita harus bertransformasi dan beradaptasi. Kalau tidak, kita akan ketinggalan," ujar dia.

Selain aspek bisnis dan teknologi, Rosan juga menekankan pentingnya integritas sebagai pilar utama transformasi BUMN. Ia menegaskan kebijakan zero tolerance terhadap praktik korupsi dan pelanggaran etika.

"Kita terapkan zero tolerance terhadap hal-hal negatif seperti korupsi. Tapi di sisi lain, kita juga memberi apresiasi kepada mereka yang bekerja dengan baik dan membangun lingkungan kerja yang positif," kata Rosan.

Lonjakan valuasi Telkom, menjadi sinyal bahwa pasar mulai percaya terhadap arah transformasi BUMN yang kini lebih adaptif, transparan, dan berbasis teknologi, sekaligus berorientasi pada tata kelola yang bersih.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement