"Reformasi itu harus menyeluruh, terutama SDM-nya, dan juga bagaimana pada saat mereka membuat rencana itu komplementasinya bisa berjalan," kata Rosan.
Selain Telkom, Rosan menyebut transformasi juga tengah berlangsung di sejumlah BUMN strategis lain seperti Garuda Indonesia dan Krakatau Steel, yang menurutnya mulai menunjukkan respons positif dari pasar dan perbaikan kinerja.
Rosan menegaskan, transformasi digital menjadi keniscayaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi seperti artificial intelligence (AI) dan blockchain. Tanpa adaptasi terhadap perubahan teknologi, BUMN berisiko tertinggal dalam persaingan global.
"Dengan adanya teknologi baru seperti AI dan blockchain, kita harus bertransformasi dan beradaptasi. Kalau tidak, kita akan ketinggalan," ujar dia.
Selain aspek bisnis dan teknologi, Rosan juga menekankan pentingnya integritas sebagai pilar utama transformasi BUMN. Ia menegaskan kebijakan zero tolerance terhadap praktik korupsi dan pelanggaran etika.