IDXChannel - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyebutkan sepanjang 2025, volume ekspor mengalami peningkatan sebesar 9,5 persen dari 29,5 juta ton menjadi 32,3 juta ton.
"Untuk nilai ekspor meningkat 29,2 persen pada tahun 2025, dari US27,7 miliar menjadi USD35,8 miliar," demikian data yang dikutip dari laporan Gapki, Minggu (1/3/2026).
Jika ditelaah lebih lanjut, ekspor menurut negara tujuan di 2025, mayoritas mengalami peningkatan, meski ke India, AS, dan Eropa turun. Ekspor ke India turun 17,8 persen dari 4,83 juta ton menjadi 3,97 juta ton. Ekspor ke EU turun 2,9 persen dari 3,33 juta ton menjadi 3,23 juta ton. Lalu ekspor ke AS turun 0,7 persen dari 2,22 juta ton menjadi 2,20 juta ton.
Sementara ekspor ke Afrika naik 30,9 persen dari 3,20 juta ton menjadi 4,19 juta ton. Ekspor ke China naik 12,0 persen dari 5,35 juta ton menjadi 5,99 juta ton. Ekspor ke Pakistan naik 7,1 persen dari 3,01 juta ton menjadi 3,22 juta ton.
Adapun devisa ekspor dari sawit selama lima tahun terakhir berkisar antara USD27,7 miliar hingga USD39 miliar. Devisa dari kelapa sawit ini menjadi faktor Utama untuk menjaga neraca perdagangan Indonesia selama lima tahun selalu positif.